Jangan Pernah Meninggalkan Sholat 5 Waktu!!

UNTUK SAUDARA – SAUDARA KU YANG MENGAKU SEBAGAI MUSLIM NAMUN MENINGGALKAN SHOLAT 5 WAKTU

1. Hukum Shalat Lima Waktu Wajib bagi Seorang Muslim Baligh, Berakal kecuali Wanita yang Haid dan Nifas Berdasarkan Al Quran, As Sunnah dan Ijma’.

Allah ta’ala berfirman :

“…Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. ( QS. An Nisa: 103)

Sedangkan tidak wajib bagi wanita yang haid dan nifas karena:

“Abu Sa’id Al Khudry r.a berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “…Bukankah wanita jika haid tidak shalat dan berpuasa”. (HR. Bukhari)


2.
Diantara Kedudukan Shalat di dalam Agama Islam.

“Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Islam dibangun di atas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, membayar zakat, mengerjakan haji dan berpuasa di bulan Ramadhan”. (HR. Bukhari dan Muslim)

a.       Shalat adalah tiang agama, jika tiangnya roboh maka bangunan di atasnya akan roboh juga.

b.      Shalat adalah yang paling pertama akan dihisab oleh Allah, jika shalatnya baik, maka seluruh amalannya baik dan akan beruntung, adapun jika shalatnya buruk maka seluruh amalnya buruk dan merugi.

“Anas bin Malik r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“ Yang paling pertama akan dihisab atas seorang hamba pada hari kiamat adalah perkara shalat, jika shalatnya baik maka seluruh amal perbuatannya baik dan jika rusak maka seluruh amal perbuatannya rusak”. (HR. Ath Thabrani dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Silsilat al Ahadits Ash Shahihah, no. 1358)

c.       Menjaga shalat adalah wasiat terakhir Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika sekarat untuk umatnya.

“Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika dalam keadaan sekarat bersabda: “Jagalah shalat, jagalah shalat dan budak-budak kalian”. (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah, no. 868)

d.      Shalat diwajibkan tanpa perantara Jibril ‘alaihissalam tetapi Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri, yang langsung mendapatkan perintah kewajiban shalat ketika beliau melakukan Isra’ dan Mi’raj.

e.       Semenjak anak-anak sudah diperintahkan shalat dan boleh dipukul jika tidak shalat pada waktu berumur 10 tahun.

“Dari Amr bin Syu’aib, dari bapaknya dari kakeknya r.a, beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun dan pukul mereka jika tidak shalat ketika mereka berumur 10 tahun dan pisahakanlah di dalam tempat-tempat tidur mereka”. (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Irwal Al Ghalil, no. 298)

3. Keutamaan dan Manfaat Mendirikan Shalat.

a.       Shalat mencegah dari perbuatan fahsya (setiap maksiat yang kotor, keji yang merupakan hawa nafsu manusia) dan mungkar (setiap maksiat yang diingkari oleh akal dan fitrah).

“…dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar…”.
(QS. Al Ankabut: 45)

b.      Menghapuskan dosa dan kesalahan, yang mana setiap manusia seorang yang sering melakukan kesalahan.

“Abu Hurairah r.a  meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apa pendapat kalian, jikala ada sungai di depan pintu salah seorang dari kalian, dia mandi darinya setiap hari sebanyak lima kali, apakah masih tersisa dari kotorannya sedikitpun?”, para sahabat menjawab: “Tidak tersisa sedikitpun dari kotorannya”. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berasabda: “Demikianlah perumpamaan shalat lima waktu Allah menghapus dengannya kesalaan-kesalahan”. (HR. Muslim)

c.       Shalat merupakan cahaya bagi pelakunya di dunia dan akhirat sehingga nyaman hidup di dunia serta dijauhkan dari api neraka ketika di akhirat dan tidak dikumpulkan bersama Karun, Fir’aun, Haman dan Ubay bin Khalaf .
“Abdullah bin ‘Amr r.a. meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pada suatu hari menerangkan tentang shalat, beliau bersabda:

“Barangsiapa yang selalu menjaganya (shalat), maka baginya cahaya, petunjuk dan keselamatan pada hari kiamat, sedangkan yang tidak menjaganya maka tidak ada baginya cahaya, petunjuk dan keselamatan pada hari kiamat, dan pada hari kiamat akan bersama Karun, Fir’aun, Haman dan Ubay bin Khalaf“. ( HR. Ahmad dan Al Mundziri berkata di dalam At Targhib Wa At Tarhib: “Diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad yang jayyid”, tetapi ada sebagian ulama hadits yang melemahkan hadits ini )

d.      Dikabulkannya doa di dalam shalat.

“Abu Hurairah r.a  meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Allah Ta’ala berfirman: “Aku membagi shalat antara-Ku dan hamba-Ku menjadi dua bagian, bagi hamba-Ku apa yang dia minta”. (HR. Muslim)


4.
Peringatan yang Tegas dan Keras bagi yang Meninggalkan Shalat, Berdasarkan Hadits dan Perkataan Ulama.

“Jabir r.a berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Sesungguhnya jarak antara seseorang dengan kseyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat”. (HR. Muslim)

“Buraidah r.a meriwayatkan bahwa: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Perjanjian yang ada antara kami dan mereka adalah perkara shalat, siapa yang meninggalkannya maka sungguh ia telah kafir”. (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani di shahih Tirmidzi, no. 2621)


5.
Buruk dan Kejinya Siksa Akhirat untuk Orang yang Meremehkan atau Meninggalkan Shalat.

a.       Siksa bagi yang meninggalkan shalat, kepalanya dilempari dengan batu terus menerus.

“Samurah bin Jundub r.a berkata: “Senantiasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sering bertanya kepada para sahabatnya: “Apakah salah seorang dari kalian ada yang bermimpi?”, maka berceritalah yang ingin bercerita (tentang mimpinya). Dan pada suatu pagi beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tadi malam telah datang kepadaku dua tamu, mereka mengajakku keluar dan berkata kepadaku: “Ayo jalan”, lalu akupun pergi bersama keduanya, lalu kami mendatangi seorang yang lagi berbaring terlentang dan seorang lagi berdiri sambil memegang sebongkah batu, ia melemparkan batu tersebut ke kepalanya (orang yang berbaring terlentang tadi), batu tadi akhirnya memecahkan kepalanya dan batu tersebut menggelinding kesana kemari, lalu ia mengikuti batunya dan mengambilnya, tidaklah ia kembali kepada orang yang berbaring terlentang tadi sampai kepalanya kembali seperti semula, kemudian ia kembali kepada orang yang berbaring terlentang tadi dan mengulangi perbuatannya, seperti yang ia lakukan ketika pertama kali. Lalu aku bertanya kepada dua yang membawaku: “Maha suci Allah, Apa yang mereka berdua ini lakukan?”…,

“Aku (Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam) berkata kepada dua orang yang membawaku: “Sungguh malam ini aku telah melihat sesuatu yang sangat menakjubkan, kiranya apakah yang telah aku lihat?”, dua orang ini menjawab: “Sungguh kami akan memberitahukanmu, adapun orang pertama yang engkau datangi, yang kepalanya dipecahkan dengan batu, dialah yang mengambil Al Quran lalu membuangnya dan tidur (tidak mengerjakan) shalat yang wajib, …”. (HR. Bukhari)
Maksud dari “Mengambil Al Quran lalu membuangnya”: Meninggalkan hafalan Al Quran dan tidak mengamalkan maknanya. (Lihat Syarh Shahih Al Bukhari, karya Ibnu Baththal, Umdat Al Qari, karya Badruddin Al ‘Ainy)
Maksud dari “Tidur (tidak mengerjakan) shalat yang wajib”: Melalaikan shalat sehingga keluar waktunya. (Lihat Syarh Shahih Bukhari, karya Ibnu Baththal)

b.      Orang yang di dunia tidak sujud, di akhirat juga tidak akan pernah mampu sujud.

“Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa”. “(dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sehat”. (QS. Al Qalam: 42-43)

c.       Orang yang tidak mengerjakan shalat akan masuk neraka Saqar.

“Kecuali golongan kanan”. “Berada di dalam surga, mereka tanya menanya”. “Tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa”. “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?”. “Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat”. (QS. Al Mudatstsir: 39-44)

d.      Siksa bagi yang meremehkan shalat, di neraka akan mendapati Ghayy (kerugian, keburukan, dimasukkan ke dalam neraka Jahannam yang sangat dalam, baunya busuk, isinya dari muntah dan darah serta nanah dari penghuni neraka).

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui Ghayy”. (QS. Maryam: 59)
Semoga tulisan ini mampu mengingatkan saudara – saudaraku untuk kemudian selalu mengerjakan sholat 5 waktu dengan teratur, insya Allah….

Ditulis ulang dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s